tempat share berbagai perkembangan iptek dibidang robotika,elektronika,navigasi dll. banyak koleksi program, skema dan layout pcb yang bisa anda dapatkan GRATIS - Silakan Download Source Code program AVR Robot KRI,KRCI,dan KRSI Disini- GRATIS
Salah satu kunci sukses sebuah robot ketika bermain ajang Kontes Robot Indonesia adalah Motor DC yang digunakan dalam pembuatan robot karena motor penggerak sangatmempengaruhi pergerakan robot saat melaju atau bergerak berpindah tempat. Selain jenis motor dc yang dipakai penangan sistem kontrol yang digunakan juga sangat penting agar robot dapat dikendalikan dengan baik saat bergerak dan stabil. Berikut ini adalah diagram sistem control kecepatan motor dc yang pernah saya gunakan dalam pembuatan robot KRI 2009.
nBot adalah sebuah robot balancing roda dua.
Robot ini tampil sebagai NASA's Cool Robot of the Week pada 19 Mei 2003. Setelah website online Scientific American's, SCI / Tech Web Awards, menghormati memberi penghargaan sebagai salah satu dari 10 rekayasa teratas dan situs web teknis untuk tahun 2003.
Robot ini didesign dengan spesifikasi sebagai berikut :
1. Body Robot : bahan dari acrylic dengan tinggi P : 15 cm ; L : 20 cm ; T : 25 cm
2. Aktuator : 2 buah Motor Vexta
3. Sensor : IR_Sensor GP2D
4. Kontrol : ATmega128L
Target Uji Coba :
step-1 : Robot data mempertahankan posisinya untuk dapat berdiri
step-2 : Robot dapat dikendalikan untuk bergerak Maju, Mundur,
Belok kiri dan Belok Kanan
step-3 : Robot akan dilengkapi sensor Ultrasonic
untuk dapat melakukan aktifitas : Bergerak mengikuti Dinding
dan Menghindari Halangan (Obstacle Avoidance).
Metode mapping robot KRCI pada bahasan ini merupakan salah satu cara yang pernah diuji coba di jang Kontes Robot Cerdas 2009 dan 2010. Pada th.2009 Robot J_Land memperoleh Juara 2 Regional 4 dan th.2010 Robot J_Land memperoleh juara 2 Regional 4 dan Inovasi terbaik ditingkat Nasiional.
Pola pemrogramman pada mapping kami ilustrasikan seperti gambar berikut:
DOWNLOAD LINK DIBAWAH
Pada prinsipnya tugas robot adalah:
1. mencari ruangan dan mengenali ruangan yang ditemui.
2. mendeteksi adanya lilin didalam ruangan yang ditemui.
3. mematikan lilin (jika ada lilin) atau menuju ruangan berikutnya.
4. kembali ke HOME.
Proses pengenalan ruangan akan berujung pada pengenalan pola lapangan. Untuk kebutuhan hal tersebut digunakan metode penandaan untuk masing-masing titik yang dianggap khas pada lapangan KRCI.
5.Pengolahan Data Sensor Ultrasonic dalam Sistem Navigasi
Pengolahan data sensor bertujuan untuk memberikan sinyal perintah gerak.
Teknik Pengolahan data Sensor sangat mempengaruhi tingkat ketelitian Robot
dalam pengambilan keputusan.
Perancangan sistem kontrol eksternal robot untuk berjalan mengikuti dinding, dibagi menjadi 2(dua), yaitu :
1.ROBOT berjalan mengikuti dinding sebelah kiri, artinya robot akan bergerak dengan bereferensi pada jarak dinding disebelah kiri robot. Selanjutnya secara teknis kita sebut SCAN DINDING KIRI.
2.ROBOT berjalan mengikuti dinding sebelah kanan, artinya robot akan bergerak dengan bereferensi pada jarak dinding disebelah kiri robot. Selanjutnya secara teknis kita sebut SCAN DINDING KANAN.
Scan Dinding Kiri
Sensor yang digunakan untuk mengukur jarak Dinding adalah : us2, us4 dan us6
Jika Lside adalah jarak aktual, maka da ta sensor ultrasonic dapat kita olah sebagai berikut :
Lside=((us2*5)+us4+(us6/4))/3;
Persamaan diatas BUKAN bersifat MUTLAK, dibutuhkan pengujian dan pengukuran untuk menetukan metode pendekatan.
Tingkat Linearitas perubahan data sensor akan mempengaruhi kinerja ROBOT
PERHATIKAN KEMBALI GAMBAR DIAGRAM BLOK SISTEM KONTROL ….!
jika nilai error dinyatakan sebagai haluan_ki, maka dapat dinyatakan sebagai berikut :
haluan_ki = Set_Jarak – Lside
Dimana,
haluan_ki = nilai error
Set_Jarak = setting jarak yang dikehendaki antara robot dan dinding
Lside = perhitungan nilai rata-rata pembacaan data sensor ultrasonic(Jarak_Aktual).
PERINTAH GERAK
Perintah gerak adalah pemodelan gerak robot berdasarkan pembagian selisih kecepatan
antara Roda Kiri dan Roda Kanan.
Pemilihan model gerak ROBOT dapat dinyatakan sebagai berikut :
If (persyaratan) then
begin
perintah-perintah
end
else
begin
perintah-perintah
end;
Untuk persyaratan-persyaratan dalam pernyataan perintah program diperoleh berdasarkan data hasil pengukuran di lapangan.